Dua Dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga Ikut Seleksi Penyuluh Teladan Provinsi

IAIA I Bireuen- Dua dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga Tgk. Mukhlisuddin Marzuki, MA dan Tgk Ahyar M. Gade, MA terpilih sebagai 10 besar yang akan ikut seleksi penyuluh tingkat Provinsi.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Tgk Mursalin Kabag Humas IAI Al-Aziziyah Samalanga.

“Alhamdulillah, tahun ini dua dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga kelahiran Pidie dan kedua bertugas sebagai penyuluh di Pidie (Tgk Ahyar) dan Pidie Jaya (Tgk Mukhlisuddin Marzuki). Bahkan beberapa tahun silam Tgk Mukhlisuddin Marzuki pernah meraih juara penyuluh tingkat nasional,” ujarnya kepada media ini, Selasa, (6/7).

Tgk Mursalin menyebutkan kedua dosen yang juga guru dan alumni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga termasuk dua sosok dosen sangat enerjik dan berprestasi. Diantara prestasi tersebut Tgk. Ahyar sendiri pernah mewakili MUDI ke negeri Jerman beberapa tahun silam.

“Langkah kedua dosen tersebut patut diteladani, Tgk. Mukhlisuddin sebagai Penyuluh KUA Bandar Dua dan Tgk Akhyar penyuluh KUA di wilayah Pidie, dalam keseharian selain memberikan penyuluhan kepada masyarakat dan dayah juga berdedikasi dan aktif sebagai dosen di kota santri Samalanga,”lanjutnya.

Informasi yang dihimpun media ini, Kantor Wilayah Kementerian Agama Povinsi Aceh akan menyeleksi 20 Penyuluh Agama Islam teladan Provinsi Aceh pada 4-5 Juli 2021. Seleksi tingkat provinsi digelar setelah ditetapkannya pemilihan di tingkat kabupaten/kota.

Seleksi di tingkat provinsi akan dilaksanakan di Kota Banda Aceh. Dewan juri berasal dari Bidang Penerangan Agama Islam Zakat Wakaf Kanwil Kemenag Aceh dan juri para akademisi.

Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat Wakaf Kanwil Kemenag Aceh Drs H Azhari mengatakan, setelah dilakukan seleksi di tingkat kabupaten/kota maka terpilihlah 10 Penyuluh Agama Islam PNS dan 10 Penyuluh Agama Islam Non-PNS untuk mengikuti tahap selanjutnya di tingkat provinsi.

Ia mengatakan, pada tahap seleksi di tingkat kabupaten/kota, aspek yang dinilai yakni portofolio, video kegiatan dan karya tulis ilmiah.

“Nah ini akan kita uji kembali baik karya tulis ilmiah, portofolio dan video kegiatan para penyuluh ini. Nantinya akan kita ambil 3 juara dan juara pertama akan kita ikutkan di tingkat nasional mewakili Provinsi Aceh,” katanya