IAI Al-Aziziyah Samalanga Gelar Workshop Penyempurnaan Kurikulum Berbasis KKNI

IAIA I BIREUEN– IAI Al-Aziziyah Samalanga menggelar workshop dalam rangka penyempurnaan Kurikulum berbasis KKNI yang di gelar di ruang Aula IAIA Samalanga, Rabu, (15/7/2020).

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari workshop penyusunan kurikulum berbasis KKNI yang sudah diadakan beberapa bulan yang lalu, namun sempat tertunda karena pengaruh Covid-19.

Workshop penyempurnaan Kurikulum berbasis KKNI ini dilaksanakan dengan dihadiri peserta yang terbatas sebagai perwakilan masing-masing prodi, dan untuk pencegahan penyebaran Covid-19, pelaksanaan kegiatannya tetap menjaga protokoler kesehatan.

Pemateri workshop diisi oleh Tgk. Karimuddin, MA dan Dr. Tgk. Muhammad Aminullah, MA, kedua pemateri ini akan memberikan arahan dan pendampingan dalam realiasasi kurikulum berstandar KKNI di setiap prodi hingga tuntas.

“Workshop ini diharapkan berjalan lancar dan sesuai dengan target perencanaan yang telah ditentukan, karena kurikulum ini akan diterapkan pada semester gasal mendatang. Saya berharap para peserta untuk tetap antusias dan bersinergi dalam menyelesaikan kurikulum ini, dan yang terpenting kita memohon kepada Allah agar selalu diberikan kesehatan dan kesempatan untuk selalu bisa berbakti,” kata Tgk. Karimuddin, MA yang akrab disapa dengan panggilan Abi Karim.

Selanjutnya, kandidat doktor UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini, mengharapkan Workshop ini dapat membekali para dosen IAIA dalam menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang sesuai dengan capaian pembelajaran. Capaian pembelajaran itu sangat penting karena sebagai kualifikasi lulusan pendidikan tinggi yang akan dituangkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) sebagaimana diamanatkan dalam aturan pemerintah, ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Tgk. Muhammad Aminullah, MA atau yang akrab disapa dengan P.alt. Amin menambahkan “Workshop ini berlangsung beberapa hari dan dapat menjadi guidance secara teknis, operasional, dan praktis. Jadi, tidak banyak teori lagi, sehingga wajib menghasilkan sebuah produk, serta dapat dijadikan tolok ukur kompetensi mahasiswa atau lulusan” cetusnya.