Dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga Kembali Meraih Doktor

IAIA I BIREUEN-Akhir bulan Juli tahun ini, IAI Al-Aziziyah Samalangan kembali menambah doktor dibidang pendidikan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh atas nama Dr. Tgk. Musbani, MA dalam sidang terbuka promosi Doktor di aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry (UINAIR) Banda Aceh, Jum’at, (307/2021).

“Alhamdulillah, akhir bulan Zulhijjah di hari sayyidul Ayyam (hari jum’at),  kembali IAIA Samalanga menambah doktor di era pandemi Covid-19. Sidang terbuka promosi doctor sosok dai’ dan agamawan muda itu dengan judul disertasi “Inovasi Metode Pembelajaran Agama Pada Dayah Salafi Di Kabupaten Bireun” berlangsung alot dengan Ketua Tim Penguji Prof. Dr. Warul Walidin AK, MA, Sekretaris sidang Prof. Dr. Mukhsin Nyak Umar, MA,” ungkap Tgk. Mursalin selaku Humas IAI Al-Aziziyah Samalanga, Sabtu, (31/7).

Tgk. Mursalin menyebutkan sidang terbuka Tgk. Musbani istimewanya dengan anggota sidang dan salah satu penguji luar merupakan Ketua PCNU Kabupaten Bireuen yang juga Rektor IAI Al-Aziziyah Samalanga. Sedangkan anggota sidang lainnya Prof. Dr. Fauzi Saleh, MA, Dr. Syabuddin Gade, MA, Prof. Eka Srimulyani, MA., Ph.D, Dr. Gunawan Adnan MA., Ph.D, Prof. Dr. M Hasbi Amiruddin, MA.

Menanggapi keberhasilan meraih doktor di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, ia menyebutkan keberhasilan disertasinya dan program doktoral tersebut dengan berkat doa dan dukungan dari semua pihak terutama para guru dan orangtua, kawan serta banyak pihak lainnya.

 “Perjuangan panjang di strata tiga akhirnya selesai juga di era Pandemi Covid-19. Saya mengucapkan terima kasih kepada guru-guru, teman-teman, civitas akademika IAI Al-Aziziyah Samalanga-Bireuen dan khususnya Rektor Al-Aziziyah Samalanga dan pihak lainnya yang telah berdo’a dan membantu segala proses dari mulai kuliah hingga sampai selesai pendidikan. Semoga Allah SWT membalasnya dengan penuh kebaikan dan ilmu yang saya dapatkan mendapat keberkahan,” pintanya yang juga pimpinan Dayah Ma’had MDI Isyrafi Darussa’adah Nicah.

Tgk. Musbani mengatakan disertasinya lebih fokus kepada inovasi metode pembelajaran terhadap guru dan santri pada Dayah Salafi di Kawasan kota santri Bireuen.

“Setidaknya dengan adanya inovasi metode pembelajaran tersebut memberikan nilai plus dalam peningkatan motivasi belajar, tingkat keaktifan santri, serta mengasah pola dan proses berpikir secara lebih mendalam dan kritis,” sambungnya yang juga Sekretasris PCNU Kota Santri Bireuen itu.

Selanjutnya, tokoh muda enerjik dan murah senyum kelahiran Blang Kuta Ulee Glee Pidie Jaya 15 Oktober 1983 itu menambahkan ada beberapa novelty yang diperoleh dalam disertasinya dan setidaknya menjadi masukan dan pertimbangan dunia dayah baik itu pimpinan dayah maupun dinas Pendidikan Dayah Aceh demi memajukan dayah kedepannya.

“Hasil penelitian yang tidak semua disampaikan diruang ini termasuk novelty (nilai kebaruan dari sebuah penelitian), namun berharap semoga hasil penelitian disertasi tersebut menjadi rujukan dan pertimbangan demi kemajuan insan dayah terlebih kedepannya di era 5.0”, pintannya dengan penuh semangat.